Cari Blog Ini

Kamis, 13 April 2017

Jiwa Pengajar Itu Ternyata Menurun

Ayah penulis adalah seorang guru. Dan dulu, penulis yang masih introvert, tak pernah membayangkan berdiri di depan kelas dan mengajarkan sesuatu. Penulis tidak berpikir bahwa mengajar merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Namun ternyata, darah pengajar itu mengalir dalam diri penulis. Makin dewasa, penulis yang dulunya introvert dan tak suka bicara di hadapan orang banyak, ternyata cukup lihai dalam komunikasi massa. Mulai dari komentator bola, annoucer bazar, MC acara, dan sebagainya, hingga kini menyambi sebagai pengajar part time untuk adik-adik kelas yang hendak mencoba mengikuti seleksi DIV dan DIII Khusus. Ternyata berbagi ilmu itu menyenangkan. Berdialog dengan siswa itu menyenangkan. Danpenulis mulai membayangkan karir sebagai dosen. Siapa tahu. Toh mengajarkan ilmu yang bermanfaat, bisa jadi salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir meski kita sudah meninggal, kan? SO, jadi pengajar? Why not?