Cari Blog Ini

Rabu, 24 Oktober 2012

4 Trik Iblis


Siapa sih yang nggak kenal iblis, makhluk yang dulunya merupakan salah satu ahli ibadah yang tinggi kedudukannya, namun kemudian dilaknat oleh Allah karena menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam As. karena merasa lebih mulia kaarena diciptakan dari api, yang kemudian ditangguhkan umurnya hingga hari akhir nanti dan kemudian berjanji untuk mengerahkan segala daya dan upaya untuk menyesatkan setiap umat manusia?

Nah, demi memenuhi janjinya tersebut, iblis dan anak-anak buahnya memiliki beberapa trik untuk membuat manusia lalai dari kebaikan dan terjerumus ke dalam dosa, supaya nanti menjadi temannya di neraka. Ini dia beberapa trik iblis untuk menjerumuskan manusia :
  • Ketika ada rekan kita yang mengajak ke majlis taklim untuk menuntut ilmu agama, seringkali timbul rasa malas di hati. Ogah lah, entah capek, nggak enak badan, dan segudang alasan lainnya bisa saja muncul. Awas, bisa jadi itu tandanya kita sudah masuk perangkap pertama iblis, yakni jangan tau. Kenapa iblis nggak suka kalau kita tahu ilmu agama? Karena kalau kita pandai ilmu agama, maka akan semakin sulit bagi mereka untuk menggoda kita, sehingga makin kecil kemungkinan mereka dapat tambahan teman di neraka kelak. Semakin kita tahu ilmu agama, semakin besar kemungkinan kita mendekatkan diri pada Allah, sehingga kita jauh dari godaan iblis. Nah, ketika kita sudah terasa malas ketika ada ajakan ke majlis ilmu, maka sebisa mungkin lawanlah rasa malas itu, agar kita terbebas dari jebakan pertama iblis. Namun jangan senang dulu . . .
  • Bisa jadi kita berhasil lolos dari jebakan pertama, namun iblis masih punya trik untuk mengantisipasi ini. Ketika kita sudah mengetahui bahwa ibadah ini akan membawa banyak pahala, ibadah itu akan menjauhkan kita dari murka Allah, rupanya di sinilah trik lanjutan iblis mulai bekerja. Jangan amalkan, adalah trik lanjutan tersebut. "udah, cukup tahu aja, yang penting udah tau kan", mungkin begitu godaan iblis dalam pikiran kita. Padahal, apalah gunanya suatu ilmu kalau tak diamalkan? Maka sekali lagi, kita dituntut untuk berjuang mengatasi rasa malas mengamalkan ilmu tersebut. Supaya apa? Tentu saja supaya kita lepas dari godaan iblis, biar ntar enggak jadi tetangga di neraka kelak. Hiiii, ogah deh ke neraka sama iblis . . .
  • Namun jangan keburu lengah, karena iblis (lagi-lagi) masih memiliki antisipasi jika kita mampu lolos dari jebakan kedua. Kalaupun kita mengamalkan suatu ibadah yang sudah kita dapat ilmunya tadi, jangan banyak-banyak, begitu bisik iblis. Alasan capek, ngantuk, sibuk, atau apa saja, akan didengungkan dalam kepala kita agar kalaupun menjalankan ibadah, cukup dikit aja. Kita mungkin akan mengiyakan sebagian alasan tadi, jadinya nggak banyak amal ibadah yang kita lakukan. Yang penting kan melakukan, begitu pembenaran yang akan diajarkan iblis. dan biasanya kita akan mengiyakan. Padahal, kalau kita tahu bahwa iblis dan teman-temannya ngobrolin kita tadi . . . "kalau ibadahnya banyak kan, ntar kamu masuk surga, aku nggak ada temennya dong", kurang lebih begitu obrolan antara iblis dan rekan-rekannya. Nah, nggak mau kan jadi temen iblis di neraka? Yaudah, yuk sama-sama kita lawan kemalasan ibadah ini. Emang sih, kalau sedikit-sedikit tapi istiqomah bagus, tapi bukannya lebih bagus kalau istiqomah dan lumayan banyak, apalagi tambah banyak dan istiqomah. Yuuk, rame-rame lepasin diri dari jebakan ketiga iblis.
  • Tapi kita harus siap untuk berjuang lagi, karena iblis masih punya jebakan pamungkas. "Oke, kamu boleh aja tahu ilmu agama, kamu boleh aja ngejalanin ibadah, banyak-banyak pun boleh. Tapi jangan ikhlas yaa . . .", begitu mungkin pinta iblis. Ini nih, salah satu titik rawan dalam ibadah kita. Seringkali ibadah ini masih dikotori oleh niatan-niatan lain. Shodaqoh, biar dibilang dermawan. Sholat berjama'ah, biar dianggap alim. Puasa sunnah, biar dibilang ta'at. Dan sebagainya. Padahal, ibadah yang dilakukan bukan karena Allah tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Nah, ayo kita berusaha untuk meluruskan niat ketika hendak melakukan ibadah, luruskan hanya karena Allah semata, sebagai tanda syukur kita atas segala nikmat dari Allah, sebagai tanda tunduknya seorang hamba kepada Sang Pencipta, sebagai perwujudan rasa takut kita akan murka Allah, pokoknya semua karena Allah, bukan karena mengharap pujian sesama manusia. Yuuk, luruskan niat kita, insyaAllah lolos deh dari jebakan iblis :)
(bersambung)

Rabu, 17 Oktober 2012

Tentang Hidup

Hidup itu karunia, maka syukurilah hidupmu karena banyak orang yang terlahir ke dunia dalam keadaan tak bernyawa

hidup itu bukan permainan, maka perhitungkanlah tiap langkahmu, tidak ada opsi untuk me-restart barang sedetikpun yang telah kau jalani

hidup ini penuh kesempatan, maka raihlah kesempatan yang ada, jangan kau sia-siakan tiap kesempatan untuk membuat hidupmu lebih bermakna

hidup ini adalah sebuah petualangan, akan ada banyak kejutan, akan ada banyak tantangan, namun selalu ada keceriaan dan kebahagiaan di dalamnya, maka persiapkanlah dirimu

hidup ini penuh makna, jangan sampai kau sia-siakan hidupmu hanya demi kesenangan sesaat yang membawa bencana kemudian

hidup ini adalah suatu perjuangan, kamu adalah pejuang tunggal, menghadapi seisi dunia dan berbagai konflik yang terjadi, namun ada banyak pejuang lain yang juga sendirian - mereka adalah teman-temanmu, keluargamu, saudaramu, masing-masing dengan perjuangannya sendiri, maka berkerjasamalah bersama mereka untuk saling menguatkan dalam perjuangan masing-masing

hidup merupakan suatu perjalanan, bukan tujuan akhir, akan ada banyak belokan dan tanjakan, belum lagi penghalang dan saingan, maka tetaplah pada jalur yang telah ditetapkan oleh-Nya, agar kau tak tersesat ketika tiba pada kematian yang merupakan tujuan akhirnya

maka sudah seperti apakah hidupmu?
*iseng-iseng buka inbox, ada SMS lama yang membicarakan tentang kehidupan. Lumayan buat posting. Thanks buat Bro Akbar atas SMS-nya yang memberi inspirasi

Kamis, 11 Oktober 2012

What I've Got From ICEC Today

Today we have some kind of speech training. Here I want to make a description about our training today so that dear readers can also practice it themselves :
  • coach give a member certain random word
  • the chosen member has 30 seconds to build up what he want to say
  • then the chosen member will have to talk about that topic for about 2.30 minutes
  • the given time can be modified depends on you; the thinking time can be lengthened up to 5 minutes for longer speech, also can be reduced to 0 seconds to train your spontaneous reaction as I say. Optimizad speech is about 7-10 minutes, but it's vary from person to person
From what we did this morning, there's some conclusion that I've got :
  • it's easier to talk about something specific. for example, if you're given a word "love", it's a very wide topic, and you might start to make an unfocused speech. When a word "warplane" si given, you might be able to tell the audience about the history of warplanes, the examples of warplanes, the classification of warplanes, etc. Of course, it's easier to talk about something you really know about, or something that you are interested in
  • to make a good speech, you must understand what you are saying, so you won't be lost idea about what you are talking about. It's not funny if the one who is talking doesn't even understand about what he/she is talking about. You don't want to be a laughing matter, right?
  • no matter how deep your understanding about that certain topic, not all the audience have the same level of understanding with you. That's why, you have to make a clear definition about the topic. Creating a general understanding for all the audience is very important to avoid multi-intepretation. Also, you can make a limitation about the topic to make it more specific and easier for you to talk about it
  • the purpose of talking is to share your idea to another person. No matter how cool, or how great your idea is, if the way you talk is boring, the audience will not pay attention to you. So, you have to grab their attention. You can make a joke, or give them some question, or making a background story. But remember, these things are just an addition attached to your speech, the most important thing is still the thing that you are going to say. Don't make a speech that has so much additional feature but lack in idea; that's just like an over-decorated small piece of cake
  • there're sayings like "no matter whoever the singer is, the most important thing is the song itself" or "don't judge a book by it's cover". Those are wise sayings, but in real life, the singer and the book cover are also important. So make sure that you look good enough for the audience. People will appreciate you more if you  are well dressed and have your hair neat, rather than wearing casual t-shirt and messy hair. If you have a good 'first look', you'll have better chance to grab the audience's attention
  • no matter how  good your appereance is, if your voice is too low and you speak like a kid chewing a gum, noone will hear you. So it's a must to speak clearly and have a good intonation. It doesn't always mean loudly, but make sure you're not mumbling. Give an accentuation for the words that you want to be highlighted so they will know that this part is important. Even a single word from a confident person will convince the audience more than a full sentence from a mumbling mouth
Well, that's all I got (and all I can say today). Have a good practice guys, and don't forget to come to ICEC's next meeting every thursday,  7.30 a.m at 4t floor of the main building. Have a nice day :)

Baba Telephone . . .

Kalau akhir-akhir ini video 'Gangnam Style' lagi ngetren dimana-mana, agak beda suasananya dengan di kantor saya. Beberapa hari ini, orang-orang di kantor ada yang demen ama video di youtube, lagu nasyid Arab, bersuara anak kecil dan terdengar lucu di telinga. Awalnya saya cuman denger liriknya "lalalalala lalala lalalala.. lalalalala lalala lalala..." lalu ada "baba telephone" dan seterusnya. Karena penasaran dengan reaksi orang-orang yang ikutan nimbrung nonton video itu, saya pun akhirnya ikutan nimbrung. 

Dan videonya emang beneran lucu, simpel liriknya namun pesan yang disampaikan mengena. Mengisahkan seorang bocah laki-laki yang mengangkat telepon untuk ayahnya, namun ayahnya menolak untuk mengangkat telepon dan menyuruh anaknya mengatakan bahwa dirinya tidak ada di rumah. Sang anak memprotes ayahnya, karena ayahnya berkata bahwa berbohong itu tidak baik, namun mengapa sekarang ayahnya menyuruhnya berbohong.

Kejadian yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, yang sebenarnya merupakan suatu contoh yang salah dari orang tua dalam mendidik anak. Di mana orang tua sering mengajarkan anak-anak bahwa berbohong itu salah, namun dalam kesempatan tertentu mereka berbohong di depan anak-anak. Seperti kejadian 'Baba telephone' tadi. Nah, hikmah dari video tersebut, yakni perkataan dan perbuatan kita haruslah sesuai, sama-sama baik. Jangan ngomongin kebaikan tapi malah melanggarnya. 

Penasaran dengan videonya? Nih, lihat di sini video aslinya, kalo yang pake english subtitle di sini. Dan reaksi bayi nonton video tadi di sini. Kalo mau tahu liriknya dalam bahasa Arab di sini. Ini terjemahan liriknya dalam bahasa Inggris :

(son): baba telephone;
(dad): tell them i'm not here

(son): O' Baba telephone;
(dad): tell them i'm not here
(kids talk to the one in telephone): baba is saying (that) he is not here

(son): baba telephone;
(dad): tell them i'm not here
(son): O' Baba telephone;
(dad): tell them i'm not here

didn't you tell me ya baba that lying is haraam (forbidden)
and those who lie Allah gets upset with them
his eyes (the liar) can not sleep peacefully
and people avoid/go away from them

(son): baba telephone;
(dad): tell them i'm not here
(son): O' Baba telephone;
(dad): tell them i'm not here
you teach me and then you forget what you said
you are my role model and who I look up to
please don't be upset with me because I love you like my eyes and you are the most important to me

(son): baba telephone;
(dad): tell them i'm not here
(son): O' Baba telephoooone;
(dad): tell them i'm here (dad is giving up and agree to pick up the phone)

"Baba telephone . . . "
Lying Baba tells his son to tell them that he's not here

Jenis - Jenis Mahasiswa (Eps. 2)

Alhamdulillah bisa ketemu lagi dalam lanjutan artikel kemarin. Kali ini saya kembali mencoba mengklasifikasikan jenis-jenis lain mahasiswa (masih) berdasarkan apa saja kegiatan mereka selama kuliah. Yuuk monggo dilihat . . .
  •  mahasiswa pemimpi : kalo pas ada kuliah tidur mulu
  • mahasiswa nomophobia : di kelas main hape mulu, entah smsan, socmed, atau browsing
  • mahasiswa curious : demennya cari tahu tentang apa aja tentang orang lain (atau orang-orang tertentu), jenis ini bisa bermetamorfosis menjadi mahasiswa tukang gosip
  • mahasiswa (atau mahasiswi) tukang gosip : tidak perlu dijelaskan lebih lanjut kan? biasanya di tiap kelas tuh adaaa aja yang kayak gini, heran deh. gak pas kuliah gak di luar jam kuliah, nggosip mulu. nggak cowok nggak cewek, ada aja yang kayak gini
  • mahasiswa kecanduan dialog : nggak bisa nahan diri untuk nggak ngobrol pas kuliah, semua hal diomongin (nggak selalu identik dengan mahasiswa tukang gosip)
  • mahasiswa nyablak : suka nyeletuk kalo dosen nerangin, kadang lucu, sering garing, kadang nyebelin
  • mahasiswa kelewat pendiem : dia nggak tidur, nggak ngobrol, nggak main hape, nggak nyatet materi, nggak jelas lagi ngapain, mungkin jiwanya sedang berkelana ke dunia lain dan yang kuliah hanyalah perwujudan fisiknya saja
  • mahasiswa kecanduan game (online) : pas jam kuliah sering nggak ada di kelas, tapi di warnet. tongkrongannya kalo nggak DOTA, CS, dan sebangsanya lah. Kalaupun hadir di kelas, obrolannya seputar item game
  • mahasiswa gadget freak : sukanya pake gadget terbaru ke kampus, biar keren
  • mahasiswa (mahasiswi) tebar pesona : kuliah dandan kayak mau ke mall, niatnya biar banyak yang naksir, kemungkinan terpengaruh oleh tayangan di tivi tentang anak-anak kuliah gaul. Jarang yang bener-bener terlihat keren, kebanyakan malah keliatan norak. Belum lagi kalo doyan gombalin cewek di kelas (mahasiswa tepe-tepe) atau caper ke cowok (mahasiswi tepe-tepe)
  • mahasiswa numpang absen : dateng ke kampus cuman absen, lalu cabut entah kemana. paling apes kalau dosennya lagi pengen ngabsen satu-satu
  • mahasiswa MLM : sukanya ngajakin temen-temen ikutan program "cepet kaya dengan investasi sedikit" dengan motivasi supaya dia cepet-cepet balik modal karena udah mulai sadar kalo dirinya ketipu
  • mahasiswa cell-shop : suka promosiin ke temen-temen supaya beli pulsa ke dia dengna harapan meraih untung, namun biasanya bakal buntung karena temen-temennya pada ngutang dan susah nagih. Biasanya hanya bertahan beberapa bulan, atau bahkan beberapa pekan saja
  • mahasiswa online-shop : suka nginvite temen buat nge-like page dia, lalu membanjiri sosmed dengan promosi barangnya
  • mahasiswa kecanduan game konvensional : main game jadul di kelas, misalnya XOX, sudoku, catur (kalau karambol kayaknya belum ada)
  • mahasiswa fotokopi : sering datang lebih awal di kelas buat nyalin tugas tertulis yang dia baru sadarin pas mau berangkat kuliah. memiliki skill menulis cepat sehingga bisa disejajarkan dengan mesin fotokopi
  • mahasiswa nggak eksis : duduk di pojok kelas, pendiem, tidak menonjol, keberadaannya di kelas nyaris tidak dianggap maupun diingat oleh teman-temannya, kecuali dosen sedang mengabsen nama mahasiswa satu per satu
  • mahasiswa kelaperan : selalu bawa makanan ke kampus untuk lebih hemat biaya, maksud hati biar gak laper ntar, apa daya temannya selalu ikutan nimbrung pas dia mau makan, alhasil cuma makan sebagian kecil bekalnya lalu kelaperan
  • mahasiswa predator : sukanya ngeroyokin bekalnya si mahasiswa kelaperan tanpa belas kasihan
  • mahasiswa nggak jelas : tampangnya nggak jelas, motivasi kuliah nggak jelas, jenis kelamin nggak jelas, orientasi seksual nggak jelas, tingkah laku nggak jelas, pokoknya hanya dia dan Tuhan yang tahu tentang dirinya secara pasti
Nah, kalo pembaca sekalian, kira-kira masuk yang mana ya? :p

*artikel ini hanya untuk hiburan semata, mohon maaf jika ada yang tersinggung. tidak ada mahasiswa yang disakiti dalam pembuatan artikel ini

Rabu, 10 Oktober 2012

Jenis - Jenis Mahasiswa (Eps. 1)

Mahasiswa, adalah julukan bagi mereka yang berkesempatan menempuh pendidikan lanjutan, alias kuliah di Perguruan Tinggi. Meski tugas utamanya kuliah, tidak semua mahasiswa benar-benar mengisi jam kuliah dengan 'kuliah sebenar-benarnya'. Kebanyakan malah melakukan hal lain di saat dosen asyik menerangkan, dan baru 'kembali' ke dunia nyata ketika dosen menyebut namanya untuk menjawab pertanyaan. Berikut ini saya mencoba mengklasifikasikan mahasiswa berdasarkan pada apa yang dilakukannya saat jam kuliah :
  • mahasiswa beneran : tipe inilah yang mahasiswa sebenar-benar mahasiswa. Mendengarkan perkataan dosen, memperhatikan presentasi, membuat catatan, mengerjakan tugas dengan baik dan aktif bertanya jawab dengan dosen. Biasanya IP mereka tinggi, namun ada juga yang IP-nya biasa-biasa saja meski sudah serius kuliah saat dosen menerangkan termasuk penulis. Mereka biasanya menjadi jujugan rekan-rekan seangkatannya di kala UTS/UAS melanda kampus, dan biasanya diperebutkan cukup dapat diandalkan jika ada tugas kelompok. Seringkali, mereka bukanlah orang yang mau diajak kompromi saat ujian, karena prinsipnya kuliah itu untuk cari ilmu, dan ujian adalah pembuktian seberapa banyak ilmu yang kamu serap, bukan sekedar mencari nilai. Akibatnya, tak jarang mereka dianggap tak solider, individualis atau egois

  • mahasiswa aktivis : tipe ini, biasanya memiliki banyak aktivitas di luar kegiatan perkuliahan, misalnya BEM, BLM, Organda atau ekskul. Di jam kuliah, biasanya kurang fokus pada kuliah karena kepikiran proposal acara, atau jadi panitia apa gitu. Tak jarang, mereka bolos dan titip absen ijin tidak masuk kuliah karena ada keperluan organisasi. Sisi positifnya, mereka memiliki soft skill yang lebih bagus dibandingkan kebanyakan mahasiswa non aktivis karena mobilitas dan frekuensi interaksi mereka dengan banyak orang (ceileh bahasanya). Mereka biasanya memiliki jiwa kepemimpinan/manajerial (bergantung pada posisi di organisasi), punya kemampuan komunikasi yang bagus, relasi di luar kampus banyak, cukup kenal dengan para petinggi kampus, dan punya mental cukup tahan banting (faktor pengalaman berbicara bung). Sayang, seringkali saking sibuknya, banyak jam kuliah terlewatkan dan bahkan kadang kesehatan diri pun ikut jadi korban
  • mahasiswa kerja : selain berprofesi sebagai mahasiswa, tipe ini juga menyandang status pekerja. Mereka bisa jadi karyawan/pegawai di suatu tempat yang masih ingin menambah ilmu, atau sekedar memburu kenaikan pangkat, atau bisa juga berasal dari mahasiswa jelata yang memiliki sampingan pekerjaan. Pekerjaannya pun bermacam-macam, mulai PNS, karyawan swasta, pebisnis, model, dan sebagainya. Biasanya mereka mengalami kesulitan mengatur jadwal kuliah karena terbentur kerjaan rutin mereka, sehingga tak jarang mereka termasuk awet di kampus alias nggak lulus-lulus. Well, setidaknya mereka sudah punya penghasilan untuk membiayai sebagian atau seluruh biaya kuliah mereka sehingga tidak terlalu membebani orangtua. Namun banyak juga yang sukses membagi waktu antara kerja dan kuliah; kerjaan beres, IP bagus. Dan kita pun perlu mengapresiasi semangat mereka dalam menuntut ilmu meski dalam keterbatasan waktu, di mana secara ironis, banyak mahasiswa yang menyia-nyiakan waktu kuliahnya hanya demi hal-hal yang sebenarnya tidak penting
  •  Mahasiswa religius : adalah mereka yang tetap istiqomah menjaga keseimbangan antara kehidupan mahasiswa dengan kehidupan rohaninya. Di tengah berbagai imej miring seputar kehidupan mahasiswa, mereka mampu menjaga diri dari kebanyakan pengaruh buruk lingkungan dan pertemanan di kampus. Meski ada yang dijuluki 'sok suci', 'sok alim', kuper dan sebagainya, nyatanya dalam kehidupan sehari-hari mereka juga berinteraksi dengan semua lapisan mahasiswa. Tidak semuanya berpenampilan 'khas' orang alim, bahkan beberapa yang terlihat 'serampangan' bisa saja ternyata seorang mahasiswa religius. Di saat sebagian orang berprinsip "mumpung masih muda, hepi-hepi lah, tobat ntar aja kalo udah tua", mereka punya prinsip bahwa "masa muda harusnya adalah masa mempersiapkan diri untuk akhirat, karena kita nggak tahu kapan kita mati". Sayang, beberapa dari mereka memiliki semangat tinggi tanpa dibarengi ilmu mumpuni, sehingga rawan terjerumus aliran sesat yang justru merugikan mereka
  •  mahasiswa kompetisi : merupakan mahasiswa-mahasiswa terpilih, dan selalu terpilih untuk mewakili almamater mereka dalam perlombaan antar kampus. Mereka tidak selalu merupakan mahasiswa dengan IP tertinggi (namun untuk perlombaan-perlombaan tertentu, ya, mereka jajaran mahasiswa top class), yang penting mereka ahli di bidang yang dilombakan. Ada berbagai jenis mahasiswa dalam golongan ini (tentu saja, jenis lombanya kan banyak) dan melingkupi berbagai jenis kemampuan. Ada yang jago nyanyi, musik, olahraga, karya tulis ilmiah, lomba robot, pidato bahasa asing, drama, dan sebagainya. Mereka biasanya terkenal di kalangan mahasiswa maupun para pengajar karena prestasinya. 
  • mahasiswa go international : merupakan mahasiswa yang telah melalui seleksi ketat untuk menjadi perwakilan kampus (dan lebih dari itu, perwakilan bangsa) untuk menyerap ilmu di negeri orang. Mereka adalah orang yang beruntung, tidak hanya bisa menikmati kuliah saja, masih ditambah dengan kuliah di luar negeri. Mereka digadang-gadangkan untuk mampu menerima ilmu dari luar negeri yang katanya sistem pendidikannya lebih bagus, untuk kemudian ditularkan kepada rekan-rekannya di kampung halaman. Secara keilmuan, bisa dibilang mereka bisa berada pada level lebih tinggi daripada mahasiswa 'lokal'. Namun belum tentu juga ilmu yang didapatnya itu dapat diterapkan di negeri sendiri. Dan yang paling dikhawatirkan oleh kita dari mahasiswa jenis ini, adalah hilangnya keinginan dari mereka untuk kembali pulang dan turut berperan memperbaiki negeri ini melalui ilmu yang didapatnya di negeri seberang sana . . .
  • mahasiswa penemu : jenis ini, bisa dibilang di berada di atas mahasiswa jenis lain. Beyond Top Class. Ultimate Colleger. Tidak hanya sekedar IP tinggi, atau piala juara lomba, yang merupakan penghargaan akademis namun biasanya kurang penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mereka lakukan adalah menemukan sesuatu yang baru, yang tidak terlintas di kepala kebanyakan orang, hanya terlintas sebagai ide atau imajinasi sebagian orang tanpa pernah mampu mewujudkannya, mereka mewujudkan 'sesuatu'. Hal baru yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat nantinya. Tidak sekedar melakukan penelitian untuk tugas akhir dan berakhir setelah wisuda, namun mereka memiliki sesuatu yang mampu memberi solusi nyata untuk masyarakat. Inilah mahasiswa yang paling dibutuhkan oleh negeri ini, bukan sekedar memiliki prestasi akademik tanpa gerak nyata. Inilah mahasiswa yang kelak ketika sudah sarjana, mampu menjadi secercah harapan bagi masyarakat melalui inovasi dan temuannya. Karena tujuan dari pendidikan yang seharusnya adalah membentuk generasi terdidik yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan masyarakat, bukan sekedar deretan angka tanpa makna yang dapat dimanipulasi oleh segepok rupiah . . .(insya Allah bersambung)
(gambar dari sini)

Selasa, 09 Oktober 2012

Problem?

Dan kepunyaan-Nya-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan untuk-Nya-lah ketaatan itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah? Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.(QS An-Nahl ayat 52-53)

Maka ke mana lagi kita akan mengadu jika ditimpa berbagai masalah?
Maka jika kita merasa bahwa masalah yang sedang kita alami belum ketemu jalan keluarnya, coba kembali ingat, sudahkah kita meminta pertolongan kepada-Nya?
*sebuah peringatan bagi saya sendiri dan semoga bermanfaat juga bagi pembaca sekalian

Kamis, 04 Oktober 2012

Teledor? No More . . .

Kadang kala, kita dihadapkan pada situasi yang nggak kita suka dan harus dihadapi. Contoh, yang dialami penulis semasa magang ini. Jobdesk yang ditempati oleh penulis saat ini, bahasa kerennya adalah clerical job. Ini menuntut penulis untuk mengerjakan dokumen-dokumen yang lumayan njlimet (setidaknya menurut saya, maklum belum terbiasa) dan menuntut ketelitian. Sementara penulis sendiri orangnya nggak teliti, alas teledor. Dulu penulis sempat berdoa, agar pas kerja bisa dapat kerjaan yang outdoor, soalnya nggak mbayangin deh seharian di dalem kantor gitu . . . Pengennya seperti para peneliti satwa di film-film sebangsa NatGeo Wild atau Discovery Channel gitu.

Eh ternyata, rejekinya selama magang ini jadi pekerja kantoran. Alhamdulillah udah dapet kerjaan, apapun itu, jalani saja dan disyukuri. Meskipun emang ada hal yang nggak penulis sukai di sini - apalagi kalau bukan tuntutan untuk teliti dalam menelaah dokumen. Salah sedikit saja, dokumen tersebut kudu dicetak ulang. Dan kadang, satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal, mengingat dokumen yang digarap menyangkut hak perusahaan. Seringkali penulis ceroboh, salah menuliskan data dan sebagainya, dan beberapa kali diingatkan oleh atasan. Tapi namanya manusia, masih aja sering salah xp

Yasudah, ambil hikmahnya saja. Selama ini penulis selalu berusaha menghindari hal-hal yang nggak disukai, termasuk mengerjakan sesuatu yang perlu ketelitian. Nah karena menghindar mulu, ya sampe kapanpun nggak akan bisa jadi lebih teliti, wong nggak melatih diri untuk mengerjakan sesuatu yang butuh ketelitian tinggi. Nah sekarang ini, mau nggak mau harus ngerjain itu. Kalo nggak terlatih untuk teliti, ya salah sendiri, pokoknya sekarang kudu lebih teliti. Kerjaan sekarang yag menuntut ketelitian, anggap saja sebagai latihan ketelitian. Toh nantinya juga baik untuk diri sendiri. Dari yang ceroboh dan teledor, semoga bisa jadi lebih teliti. Aamiin . . .

*sori kalo posting nggak penting
** "Cobaan dan hal yang dibenci, kadangkala bisa jadi merupakan suatu batu lompatan untuk bisa lebih maju, jika kita bisa menyikapinya dengan tepat. Sebaliknya, mereka hanya akan menjadi penghalang dan menghambatmu maju jika kamu nggak mau menghadapi mereka" (Si Gundul)

Senin, 01 Oktober 2012

TMT Telat?

Rencananya, para alumni STAN angkatan saya, akan di-TMT CPNS-kan 1 Oktober ini, yakni diakui sebagai CPNS meskipun surat Keputusan turun belakangan. Namun nampaknya, hal tersebut akan tertunda mengingat kabar terakhir, ada berkas-berkas yang masih salah. Dan sepertinya prediksi saya (meskipun sangat tidak mengharapkan ini) akan terjadi: TMT mundur lagi, tertunda lagi.

Well, saya mencoba melihat hal ini sebagai momen introspeksi kolektif bagi sesama rekan STAN, terutama saya pribadi. TMT yang (harusnya segera) menjadi hak kami, terpaksa ditunda. Ternyata nggak enak ya, ketika hak yang seharusnya didapatkan, eh tertunda. . .

Di sisi lain, kita mungkin sering menunda-nunda hak orang lain.
Loh kok bisa, kan kita nggak ngasih gaji ke orang lain, mungkin begitu pikir sebagian kita. Tapi coba diingat, mungkin ketika kita berjanji untuk bertemu dengan orang lain, kita terlambat untuk menepati janji tersebut. bukankah orang tersebut berhak untuk mendapatkan janji yang ditepati dari kita? Bukankah kita berkewajiban untuk menepati janji tepat waktu?
Misalnya, janjian mau maen sama temen, janjian jam 7 eh baru dateng jam 8 lewat. . . Janjian kumpul angkatan jam 3, eh datang jam 4 kurang. . . Dan sebagainya, karena saya yakin budaya jam karet masih sangat lekat dalam keseharian kita. Dan seringkali kita menganggapnya biasa, tidak merasa bersalah saat menunda-nunda melakukan kewajiban/memberikan hak orang lain.
Dan di saat bersamaan, kalau ada yang telat melakukan kewajiban pada kita/memberikan hak pada kita, eh kitanya ngedumel. Adil nggak tuh? Hayoo, inget nggak tentang kuliah bola tenis?

Well, ini cuma pendapat saya aja sih, mencoba menyikapi keterlambatan TMT ini sebagai momen introspeksi. Saya  sendiri sih juga berharap TMT cepet, pengangkatan cepet, nikah cepet, ya gak ?
*semoga saja TMT angkatan kami on-time, atau kalaupun telat, jangan banyak-banyak. Aamiin . . .