Suatu Hari Di Stasiun Senen . . .


12 Mei, Sabtu malam. Menginap di stasiun Senen bersama puluhan calon penumpang lainnya (belasan orang di masing-masing loket). Memburu tiket Brantas Kediri-Jakarta tanggal 20 Mei. Loket dibuka Minggu pagi, pukul 7 lebih dikit. Dan sudah banyak pengantri baru yang datang pagi-pagi (nggak nginep).
Dan ketika loket dibuka, tak satupun caloN (dengan "N") penumpang mendapat tiket. Tampaknya tiket memang sudah dijatahkan untuk para calo (tanpa "N"). Ini bukan tuduhan ngawur, karena memang para calo (tanpa "N") itu sendiri yang bercerita, bahwa memang demikian itulah adanya.
Dan para pengantri kecewa. Termasuk saya.
Betapa teganya para oknum pejabat PT. KAI yang menjual tiket tersebut bukan kepada para caloN (dengan "N") penumpang, melainkan kepada para calo (tanpa "N") yang nantinya akan menjual tiket tersebut dengan harga berkali ilpat harga seharusnya. Dan tentu saja, para calo (tanpa "N") itu juga 'menyisihkan' sebagian keuntungan dengan para oknum petugas stasiun yang telah memberi jatah tiket kepada mereka. Dengan mengorbankan hak ribuan caloN (dengan "N") penumpang kereta.
Sayang sekali jika angkutan (seharusnya untuk) rakyat, malah dimonopoli oleh segelintir oknum PT. KAI demi keuntungan kelompoknya.


Komentar